Bawang Daun (Allium sp.)

Merupakan tanaman setahun yang berbentu rumput. Disebut bawang daun karena yang dikonsumsi hanya daunnya atau bagian daun yang masih muda, pangkal daunnya pendek dan berbentuk cakram. Di cakram inilah muncul tunas daun dan akar serabut.

Struktur bunganya sama dengan bawang merah. Warna bunganya putih. Biji muda berwarna putih, setelah tua berwarna hitam. Bila kering, biji mudah menjadi tepung. Beberapa kultivar bawang-daun sukar berbunga di indonesia seperti halnya bawang merah. Untuk berbunga dikehendaki suhu rendah antara 5-10oc selama satu bulan.

Bawang daun mengandung vitamin C, banyak vitamin A dan sedikit vitamin B. Kandungan zat gizi bawang daun lebih baik daripada bawang merah. Dalam kehidupan sehari hari, bawang daun digunakan sebagai bumbu masakan, terutama masakan cina. bawang daun tersebut dapat memberikan rasa masakan enak.

[spoiler title=’Bawang daun’ style=’default’ collapse_link=’true’]manfaat bawang daun[/spoiler]

[spoiler title=’Jenis Bawang Daun’ style=’default’ collapse_link=’true’]

Jenis tanaman ini termasuk famili Liliaceae. Ada dua jenis bawang daun, yaitu bawang bakung, (Allium fistulosum ) dan bawang prei (Allium porum L). bawang bakung atau bawang semprong sering disebut sibol, sedangkan bawang prei disebut seek. Bawang daun memiliki beberapa varietas. Varietas terkenal adalah plumpung, nyonya dan mambo.

Kedua jenis bawang daun ini dapat dibedakan dengan mudah. Daun bawang bakung bulat panjang dan berlubang seperti pipa, sedangkan daun bawang prei panjang, pipih berpelepah panjang dan liat. Adapun bentuk umbi bawang  bakung kadang kadang kecil, sedangkan bawang prei tidak berumbi. Daun yang masih muda dari kedua jenis bawang tersebut dapat dimakan, yaitu bagian batang atau kelopak daun yang berwarna putih terpendam dalam tanah.[/spoiler]

[spoiler title=’Budidaya Bawang Daun’ style=’default’ collapse_link=’true’]

Tanaman bawang daun dapat di tanam dipekarangan rumah. Daerah tumbuhnya di dataran tinggi Cipanas, Lembang, Pangalengan, Tawangmangu, dan Batu. Bawang ini pun dapat ditanam di dataran rendah, tetapi rumpunya lebih sedikit.

Adapun syarat – syarat yang penting untuk tumbuhnya ialah tanah subur, gembur, dan derajat keasaman (pH) antara 6,5-7. Waktu bertanam yang baik adalah pada awal musim hujan atau awal kemarau. Pada musim hujan pun bawang daun dapat ditanam karena tahan hujan.

  • Cara tanam

Bawang daun dapat dikembangbiakkan dengan tunas dan biji. Umumnya bawang daun dikembangbiakkan dengan tunas. Untuk satu hektar lahan dibutuhkan bibit (tunas) sebanyak 200.000 buah. Anak tunas yang akan dijadikan bibit dipisahkan dari rumpun induknya. Sebelum ditanam, ujung daun dipotong kira kira sepertiga bagian tanaman.

Bawang daun dapat dikembangbiakkan dengan biji. Namun, biji sulit di dapat, hanya diperoleh dari luar negeri (import). Hal ini disebabkan bawang sulit berbunga dan berbiji di indonesia. Untuk penanaman satu hektar diperlukan 1,5-2kg biji bawang daun.

Biji bawang daun yang akan ditanam disemaikan terlebih dahulu. Bibit tersebut dipindahkan ke kebun setelah berumur bulan (tingginya 10-15cm). Sebelum bibit dipindahkan,tanah diolah terlebih dahulu. Tanah tersebut dicangkul sedalam 30-40cm, kemudian diberi pupuk kandang sebanyak 10-15 ton/ha. Setalah tanahnya diratakan, dibuat saluran saluran kecil, yang dalamnya antara 10 – 20cm dengan jarak antar-saluran 25cm. Makin dalam lubang tanamnya (sampai batas tertentu), makin panjang bagian batang yang berwarna putih.

Bibit daun bawang itu ditanam satu persatu dalam saluran dengan jarak tanam 20cm. Bibit ditimbun  dengan tanah secara bertahap sambil tanah di dangir. Ketika berumur 3-4 minggu, tanaman diberi pupuk buatan berupa urea sebanyak 3g tiap tanaman. Untuk lahan seluas satu hektar dibutuhkan 600kg urea. Pupuk buatan itu diletakkan dikanan – kiri tanaman di dalam saluran, lalu saluran ditutup dengan tanah. Tanah tersebut dibumbunkan di sepanjang barisan tanaman hingga setiap barisan tanaman merupakan satu bedengan (guludan).

  • Pemeliharaan tanaman

Memelihara tanaman daun bawang tidaklah sulit. Tanaman ini dipelihara hanya dengan cara mencabut rumput atau gulma yang ada disekitar tanaman. Selain itu, ulat daun dikendalikan dengan cara disemprotkan Curacron 0,2%.

  • Pemanenan

Tanaman dapat dipanen hasilnya setelah berumur 2,5 bulan sejak ditanam atau empat bulan dari biji disemai. Tanaman tersebut dicabut seluruh rumpun-rumpunnya. Akan tetapi, rumpun rumpun yang akan dijadikan bibit harus ditinggal dikebun. Jika rumpun tersebut dicabut, bibit tidak dapat disimpan lama. Pemungutan hasil dapat ditangguhkan sampai harga pasar tinggi. Tanaman yang baik dapat menghasilkan 10 ton bawang-daun setiap hektar. Pada saat ini hasil produksi jenis tanaman sayuran ini umumnya untuk pasar lokal.[/spoiler]

[spoiler title=’Manfaat Daun Bawang’ style=’default’ collapse_link=’true’]Daun bawang yang berwarna putih digunakan sebagai bumbu bakmim martabak, pepes ikan atau oncom dan masakan – masakan cina lainnya. Makin panjang bagian pangkal daun yang berwarna putih tersebut makin tinggi mutunya.[/spoiler]

Kategori: Sayur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: