Bit (Beta vulgaris L.,)

sayur bit

Bit merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput. Batang bit sangat pendek, hampir tidak terlihat. Akar tunggangnya tumbuh menjadi umbi. Daunnya tumbuh berkumpul pada leher akar tunggang (pangkal umbi) dan berwarna kemerahan.

Umbi bit berbentuk bulat atau menyerupai gasing. Akan tetapi,  adapula bit berbentuk lonjong. Ujung umbi bit terdapat akar. Bunganya tersusun dalam rangkaian bunga yang bertangkai panjang banyak (racemus). Tanaman ini sulit berbunga di indonesia. Bit banyak digemari karena rasanya enak, sedikit manis, dan lunak.

Jenis Bit

Ada dua varietas bit (Beta vulgaris L) yang dikenal, yaitu bit merah dan bit putih. Bit merah (B. Vulgaris L. var.) umbinya berwarna merah tua sementara itu, bit putih atau bit potong (B. Vulgaris L. var. cicla). Umbinya merah keputih – putihan. Di indonesia, kedua jenis bit tersebut tidak dapat berbunga dan berbiji sehingga benihnya masih didatangkan dari luar negeri.

Budidaya Sayur Bit

Bit banyak di tanam di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1.000m dpl, terutama bit merah. Akan tetapi, bit putih ditanam pada ketinggian 500m dpl. Di dataran rendah bit tidak mampu membentuk umbi. Bit banyak ditanam di Pulau Jawa, terutama di Cipanas, Lembang, Pangalengan, dan Batu.

Adapun syarat penting agar bit tumbuh dengan baik adalah tanahnya subur, gembur, dan lembab. Selain itu, tanah liat yang berlumpur dengan pH tanah 6 – 7  lebih sesuai untuk bit. Sebaiknya waktu untuk tanam  bit  pada awal musi hujan.

  • Cara tanam

Bit dikembangbiakkan dengan cara ditanam bijinya. Biji bit tersebut langsung ditanam tanpa disemaikan terlebih dahulu. Tanah yang akan ditanami di cangkul terlebih dahulu sedalam 30cm dan diberi pupuk kandang sebanyak15 ton/ha. Setelah tanahnya diratakan, dibuat alur alur dangkal dengan jarak antar alur 20cm. Biji biji bit tersebut ditaburkan merata di sepanjang alur kemudian ditutup tipis tipis dengan tanah. Untuk penanaman seluas satu hektar diperlukan 8kg biji bit.

Biji bit akan tumbuh setelah ditanam enam hari. Setelah berumur 3 – 4 minggu, tanaman diperjarang sehingga jarak antar tanaman menjadi 15 – 20cm. Jika ditemukan bijinya tumbuh 2- 3 tunas (poliembrioni), tunas tunas yang lemah dipisahkan dan disisakan satu tanamn yang subur, penjarangan dapat bersamaan dengan penyiangan untuk pengemburan tanah.

Pemberian pupuk buatan untuk tanaman bit jarang dilakukan. Namun, agar hasil yang diperoleh lebih baik, di anjurkan tanaman bit diberi pupuk buatan. Pupuk buatan tersebut berupa campuran urea, TSP dan KCL dengan perbandingan 2 : 1 : 1 sebanyak 200kg/ha atau 100kg/ha urea , 50kg TSP, dan 50kg KCL per hektar. Pupuk tersebut ditebar di kanan – kiri setiap tanaman sejauh 5 cm dari batangnya. pemberian pupuk ini bersamaan dengan penyiangan.

  • Pemeliharaan tanaman

Tanaman bit tidak memerlukan pemeliharaan khusus. Pemeliharaan hanya dengan cara membersihkan rumput rumput yang menggangu. Penyakit yang biasa tampak adalah mildew embun. Penyakit ini disebabkan oleh peronospora schachtil yang dapat diatasi dengan semprotan Benlate 0,2%.

  • Pemanenan

Tanaman ini dapat dipanen hasilnya setelah berumur 2,5-3 bulan dari waktu tanam dengan cara mencabut umbinya. Tanaman bit yang terawat baik dapat menghasilkan lebih dari 30 ton umbi per hektar. Semakin tua tanaman bit, semakin manis rasanya. Kadar vitamin Cnya juga semakin tinggi. Namun, bit yang terlalu tua akan mengeras. Jika umbi umbi bit tidak segera dimasak, daun daunya dibuang atau dipotong setengahnya agar penguapan yang berlebihan dapat dihindari.

Manfaat Bit

Bit merupakan sumber vitamin C selain itu, bit juga banyak mengandung vitamin B dan sedikit vitamin A. Sehingga baik untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu, bit pun di anjurkan dimakan dalam jumlah yang banyak bagi penderita darah rendah. Kegunaan lain dari bit, terutama umbinya, yaitu dapat dijadikan campuran salad atau direbus sebagai lalap.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: