Apa yang dimaksud dengan defisit? Defisit biasnaya dikonotasikan sebagai keadaan dimana pengeluaran lebih besar dibandingkan dengan penghasilannya. Bisa juga dikatakan bahwa defisit adalah keadaan yang sudah biasa dialami oleh suatu organisasi atau negara dimana pemasukan tidak bisa menampung semua pengeluaran yang.

Pengertian Defisit

Defisit merupakan suatu permasalahan yang mungkin sudah biasa dialami oleh banyak organisasi maupun negara. Meskipun anggaran sudah direncanakan, keadaan defisit juga sangat mungkin terjadi. Di Indonesia misalnya, perencanaan anggaran tahunan disebut sebagai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari APBN yang telah disusun itulah akan dijadikan sebagai pedoman dalam membelanjakan pemasukan negara.

Secara umum, definisi defisit ialah keadaan yang terjadi ketika sebuah organisasi atau sebuah lingkup pemerintahan mengalami pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pemasukannya. Biasanya, keadaan defisit ini dapat ditutupi dengan adanya sumber-sumber pembiayaan, bisa dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pada kasus Pemerintah Indonesia, defisit APBN terjadi ketika pemerintah meminjam uang dari Bank Indonesia (bank sentral) atau melakukan pencetakan uang baru untuk membiayai semua rencana dan kegiatannya.

Faktor Penyebab Defisit

Kondisi defisit tentu tidak begitu saja terjadi. Pasti ada faktor-faktor yang menyebabkan kondisi defisit. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab defisit yang perlu diketahui sebagai cara untuk mengatasi defisit.

  1. Keinginan Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu faktor yang dapat menjadi faktor penyebab kondisi ekonomi defisit adalah keinginan pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi. Mempercepat pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan melakukan pembangunan, investasi dan program-program lainnya seperti Pembangunan infrastruktur, Program pertahanan dan keamanan negara, Program dibidang pendidikan dan kesehatan, dan lain-lain.

Dari semua program dan pembangunan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pemerintah harus mempunyai modal untuk melaksanakan itu semua. Maka biaya yang besar inilah yang sering menyebabkan kondisi defisit.

  1. Daya Beli Masyarakat Rendah

Indonesia merupakan negara yang memiliki pendapatan per kapita yang masih rendah. Maka dari itu, daya beli masyarakatnya pun juga masih rendah. Namun, barang dan jasa yang ada dipasaran memiliki harga yang cukup tinggi karena mungkin bahan bakunya berasal dari impor. Misalnya saja BBM dan listrik. Pemerintah harus mengeluarkan biaya untuk subsidi barang-barang tersebut karena masyarakat dapat membelinya.

  1. Exchange Rate Melemah

Melemahnya exchange rate juga dapat menyebabkan kondisi defisit. Dalam beberapa kasus pemerintah Indonesia meminjam dana dari luar negeri dengan hitungan valuta asing. Akan tetapi ketika membayar cicilan pokok maupun bunga dihitung dengan rupiah. Melemahnya rupiah sangat berdampak pada dana yang dikeluarkan oleh pemerintah.

  1. Tidak Sesuai Rencana

Fungsi dari APBN adalah melakukan perencanaan untuk menghitung pemasukan serta untuk apa dana-dana tersebut digunakan. Namun tidak jarang, estimasi yang dilakukan dalam RAPBN tidak sesuai dengan realisasinya. Jika dana yang dikeluarkan pada realisasi lebih besar dari rencana maka pemerintah mengalami kondisi defisit.

  1. Terjadi Inflasi

Terajdinya inflasi juga dapat menyebabkan belanja negara meningkat. Harga tidak stabil dan dapat meningkatkan biaya untuk menjalankan program dan kegiatan yang sudah direncanakan.

Dampak Defisit Terhadap Perekonomian

Selain penyebab, ternyata kondisi defisit juga berdampak pada hal-hal yang berkaitan dengan perekonomian dalam suatu negara seperti:

  • Tingkat Suku Bunga

Kondisi defisit akan meyebabkan kurangnya pembiayaan pengeluaran karena kurangnya penerimaan dari pajak. Maka dari itu, pemerintah harus penambahan modal untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dimana berarti permintaan terhadap uang meningkat. Dampaknya dari hal tersebut adalah tingkat suku bunga juga akan mengalami peningkatan.

  • Tingkat Inflasi

Kondisi defisit akan menyebabkan pengeluaran dana untuk biaya pembangunan dan program pemerintah semakin besar yang kemudian akan dipicu dengan meningkatnya tingkat inflasi. Dampaknya, daya beli masyarakat meningkat, tapi output yang dihasilkan belum memenuhi permintaan maka mendorong terjadinya inflasi.

  • Konsumsi dan Tabungan

Adanya defisit anggaran secara tidak langsung akan berpengaruh pada pendapatan riil masyarakat. sehingga masyarakat akan mengurangi porsi konsumsi dan tabungannya. Padahal, tabungan ini memiliki peran penting dalam mendorong investasi.

  • Pengangguran

Penurunan investasi secara tidak langsung akan mempengaruhi penurunan tingkat kesempatan kerja. Apabila proyek dan program tidak terlaksana maka akan terjadi pengangguran dan kehilangan kesempatan kerja.

Mengatasi Defisit Anggaran

Ketika pemerintah dalam kondisi defisit, ada beberapa cara untuk mengatasinya yaitu dari sisi penerimaan dan dari sisi pengeluaran.

  • Sisi Penerimaan

Untuk mengatasi defisit, pemerintah bisa melakukan beberapa hal seperti meminjam dana dari dalam negeri, menerbitkan obligasi, meminjam dana dari luar negeri hingga  meningkatkan penerimaan pajak sebagai sumber utama penghasilan negara.

  • Sisi Pengeluaran

Sedangkan dari sisi pengeluaran, defisit bisa diatasi dengan cara mengurangi pengeluaran subsidi, penghematan setiap pengeluaran rutin, mengevaluasi pengeluaran berdasarkan prioritas dan mengurangi biaya untuk program yang tidak efektif.

Nah, demikian itulah sedikit penjelasan mengenai defisit, dari mulai pengertian, faktor penyebab, dampak serta cara mengatasi kondisi defisit. Semoga beramanfaat!!

Lihat juga:

Kategori: Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: