Kata iklan berasal dari bahasa yunani (advertising) yang artinya menggiring orang pada suatu gagasan. Peran iklan begitu strategis untuk pemasaran suatu produk, tak ayal hampir setiap hari kita menemukan iklan, baik melalui media televisi, cetak hingga dalam bentuk media online. Secara umum Iklan merupakan salah satu kegiatan memperomosikan, memperkenalkan produk lewat berbagai media dan cara tertentu.

Pengertian Iklan

Iklan atau periklanan adalah suatu bentuk pesan untuk mengkomunikasikan, menarik perhatian, membujuk, dengan tujuan memberitahukan kepada masyarakat umum tentang suatu produk atau jasa tertentu.

Menurut DPI (Dewan Periklanan Indonesia); iklan adalah suatu pesan komunikasi pemasaran atau komunikasi publik tentang suatu produk disampaikan melalui media tertentu, dibiayai oleh pmakarsa yang dikenal, dan diajukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.

Menurut Arens dalam Junaedi (2013: 109) adalah sebagai sturuktur atau kompisisi yang sifatnya nonpersonal, biasanya dilakukan secara berbayar (komersi) yang dicirikan secara persuasif, berisi informasi tentang suatu produk (barang , jasa ataupun ide) yang diidentifikasi sebagai sponsor lewat berbagai media.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan iklan adalah suatu pesan persuasif untuk komunikasi pemasaran atau komunikasi public  (barang, jasa ataupun ide) yang penyampaiannya dilakukan lewat media, dibiayai oleh pemrakarsa yang ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.

Tujuan Iklan

Setiap kegiatan yang dilakukan pastinya memiliki tujuan yang jelas terlebih kegiatan tersebut merupakan kegiatan komersial. Begitu juga dengan penanyangan suatu iklan tentu memiliki tujuan maupun sasaran yang jelas. Secara umum tujuan dibuatnya suatu iklan adalah untuk menarik perhatian serta mendorong atau membujuk pembaca iklan guna memiliki/membeli suatu produk (barang, jasa ataupun ide) sesuia yang diiklankan.

Berdasarkan tujuan tersebut diatas, maka iklan harus memenuhi syarat tertentu:

  • Bahasa iklan
  1. Menggunakan pilihan kata yang tepat, sopan menarik dan harus logis (masuk akal)
  2. Uangkapan yang dibuat harus dapat memikiat dan sugestif
  3. Disusun/dibuat secara singkat, serta menonjolkan pada bagian-bagian tertentu
  • Isi iklan
  1. Harus Obyektif dan jujur
  2. Singkat, jelas dan padat
  3. Tidak menyinggung golongan tertentu, maupun produsen lain
  4. Dapat menarik perhatian khalayak umum
  • Wujud iklan
  1. Pendidikan
  2. Kampanye

Menurut Junaedi (2013: 113) iklan memiliki tujuan sebagai berikut:

  • Sebagai media penyampaian informasi (Informing); Salah satu tujuan periiklanan adalah untuk menyampaikan informasi tentang suatu produk tertentu (barang, jasa, ide) kepada khalayak umum.
  • Untuk mempengaruhi konsumen (Persuading); melalui periklanan diharapkan dapat mempengaruhi serta mengarahkan konsumen untuk untuk membeli produk atau jasa tertentu, atau mengubah persepsi agar sesuai dengan tujuan si pengiklan.
  • Sebagai media pengingat ((Reminding).

Iklan tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan suatu produk, akan tetapi lebih dari itu. Iklan bertujuan untuk mengingatkan konsumen kepada produk tertentu agar selalu mengkonsumsi (barang, jasa ataupun ide).

Kriteria iklan yang baik

  • Menjual
  • Persuasif
  • Unik
  • Relevan
  • Simple dan
  • menghibur

Fungsi iklan

Fungsi iklan dapat dikelompokkan menjadi empat kategori:

  1. Fungsi Precipitation

Berfungsi untuk mempercepat terjadinya suatu perubahan pada suatu kondisi dimana pada keadaan semula tidak dapat mengambil suatu keputusan menjadi dapat mengambil keputusan. Contohnya adalah meningkatkan permintaan, menciptakan kesadaran serta pengetahuan tentang suatu produk yang di tawarkan.

  1. Fungsi Persuasion

Adalah untuk membangkitkan khalayak umum sesuai dengan pesan yang di iklankan. Persuasion meliputi daya tarik emosi, menyampaikan informasi mengenai ciri suatu produk serta membujuk konsumen untuk membeli

  1. Fungsi Reinforcement (meneguhkan sikap)

Adalah untuk meneguhkan keputusan yang telah diambil konsumen/khalayak umum

  1. Fungsi Reminder (pengingat)

Untuk mengingatkan serta semakin meneguhkan pilihan terhadap produk yang diiklankan

Jenis jenis Iklan

Secara garis besar jenis iklan dikelompokkan menjadi enam bagian yaitu:

  • Iklan konsumen; yaitu terdapat dua macam jenis barang yang umum di belo konsumen yakni barang konsumen (consumer goods), dan barang tahan lama (durable goods) kesemua barang tersebut diiklankan melalui media sesuai dengan tingkat atau lapisan sosial yang hendak disasar/dibidik
  • Iklan Bisnis Kebisnis atau Iklan antar Bisnis; tujuan daripada iklan ini adalah untuk mempromosikan barang & jasa non konsumen, dengan kata lain iklan sama sama perusahaan.
  • Iklan Perdagangan; merupakan iklan yang memberikan informasi kalangan distributor, pedagang besar dan pedagang kecil, egen, eksportir dan importir mengenai barang barang yang tersedia untuk dijual kembali. Jenis iklan ini menawarkan untuk memesan atau menanyakan tentang informasi lebih lanjut, serta untuk membantu salesman lapangan untuk menghubungi pemilik stock barang
  • Iklan eceran; jenis iklan ini dibuat dan disebarkan oleh pemasok, perusahaan atau pabrik pembuat produk, dan biasanya iklan ini ditempatkan pada lokasi yang menjual produk tersebut kepada konsumen.
  • Iklan Keuangan; biasanya iklan yang menyangkut hal hal tentang keuangan seperti iklan untuk bank, jasa keuangan, investasi, asuransi dll. Tujuan dari iklan ini adalah guna menghimpun dana pinjaman serta menawarkan modal, baik dalam bentuk asuransi, penawaran saham, obligasi, surat untuk dana pensium dll.
  • Iklan Rekruitmen; tujuan daripada iklan ini adalah untuk merekrut calon pagawai, bentuknya iklan kolom yang menjanjikan kerahasian pelamar atau iklan selebaran biasaatau iklan selebaran biasa.

Media Iklan

Menurut Widyatama (2007:76) mengelompokkan media iklan menjadi :

  1. Iklan lini atas (above the line). Media iklan yang sifatnya lbh universal/menyeluruh, lebih kepada khalayak yang tidak saling mengenal antara satu dengan yang lain dan menerima terpaan pesan iklan yang serentak. Yang termasuk kategori media antara lain, Televisi, radio, surat kabar, internet, majalah, tabloid, dll
  2. Iklan lini bawah (below the line); merupakan kebalikan dari media lini atas. Media ini lebih khusus sebagai bentuk penyokongan (pelengkap) iklan lini atas. Yang termasuk dalam media ini adalah poster, spanduk, baliho, point of puchase, stiker, folder dll
 Pengaruh iklan

Dampak iklan baik terhadap individu, keluarga ataupun masyarakat:

  1. Terhadap ekonomi; dampak nyata yang terlihat dari iklan salah satunya dibidang ekonomi, dampak ini, iklan harus terlihat sbg suatu kegiatan ekonomi. Artinya dalam hal melakukan iklan, terjadi teransaksi bisnis antar sponsor dengan pihak media iklan itu dipasang.
  2. Terhadap Psikologis; dampak dari segi psikologis cukup beragam mulai dari aspek koginitif sampai afektif, baik secara invidu maupun universal.
  3. Terhadap sosial budaya; pengaruh iklan terhadap psikologis lambat laun akan mengkristal dan secara bersamaan menjadi perilaku masyarakat secara universal. Perilaku masyarakat yang lebih umum ini pada gilirannya membentuk sistem nilai, gaya hidup, maupun standard budaya tertentu (standart moral, etika dan estetika)

 

Contoh Iklan

contoh iklan produkContoh iklan produk

imave source: salamadian.com

[collapse]

Sumber:

  1. iklan pdf (http://staffnew.uny.ac.id)
  2. BAB II (http://digilib.unila.ac.id)
Kategori: Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: