Tidak jelas diketahui jahe berasal dari mana, tetapi jahe telah digunakan sebagai tanaman rempah dan obat sejak dahulu. India dan Cina termasuk ke dalam dua negara yang telah memanfaatkan jahe sejak dahulu. Dengan kondisi demikian, India diperkirakan sebagai negara tempat jahe berasal. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa jahe berasal dari Malaysia, tetapi pendapat itu tidak begitu kuat karena tidak adanya catatan sejarah mengenai pemanfaatan jahe di negeri itu seperti di India.

Demikian lamanya jahe telah digunakan orang sehingga disebut sebut sebagai tanaman bermanfaat oleh filsuf Cina, Confusius (552-479 SM). Di Romawi dan Yunani, jahe diperdagangkan melalui pedagang arab. Jahe di Jerman dan Prancis sekitar abad kesembilan, sedangkan di Inggris pada abad kesepuluh.

Manfaat jahe

Rimpang jahe dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa sedap minuman, dan obat obatan,contohnya adalah sebagai berikut

  1. Wedang jahe

Wedang jahe dapat menghangatkan tubuh dan meringankan gangguan influenza, wedang jahe dapat dibuat menurut selera, dapat dibuat pedas dengan cara membubuhkan jahe dalam jumlah yang banyak yang direbus dengan gula merah

  1. Kopi jahe

Minuman kopi jahe hangat populer di daerah pegunungan yang dingin. Orang yang biasa minu kopi dapat menambahkan parutan rimpang jahe pada saat menyeduhnya. Akan tetapi, kita lebih sering mengenal bahkan mengonsumsi kopi jahe ini dalam bentuk bajigur. Bajigur terbuat dari kopi jahe yang telah ditambah santan kelapa

  1. Minyak jahe

Beberapa jenis masakan tidak enak apabila tidak dicampur dengan sepotong rimpang jahe, misalnya masakan gulai, bubur kacang hijau, dan masakan daging. Rimpang jahe banyak digunakan sebagai penyedap masakan karena jahe memiliki minyak. Minyak jahe inilah yang memberikan rasa sedap dalam masakan

  1. Obat obatan

Pada umumnya, ekstrak (saripati yang diperoleh dari perasan parutan rimpang) jahe bermanfaat untuk memperbanyak keringat dan menambah nafsu makanan. Selain itu, ekstrak jahe pun memiliki daya antioksidan yang bermanfaat dalam pengawetan makanan.

Di Tiongkok (cina) dan negara Asia lainnya, rimpang jahe telah diakui sebagai penyembuh penyakit perut, mencret, kolera, pendarahan, sakit gigi dan rambut rontok

Jahe

manfaat jahe

Klasifikasi ilmiah

Kingdom: Plantae (tumbuhan)

Ordo: Zingiberales

Famili: Zingiberaceae

Genus: Zingiber

Spesies: z. officinale

[collapse]

Bididaya tanaman jahe

Syarat Pertumbuhan Jahe

    1. Iklim
      • Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4000 mm/thn
      • Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih, tanaman jahe memerlukan sinar matahari. Dengan kata lain, penanaman jahe dilakukan ditempat yang terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari
      • Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara 20-350C
    2. Media tanam

Tanaman jahe cocok ditanam pada tanah yang subur, gambur, dan banyak mengandung humus.

Cara Menanam Jahe

Tanaman jahe dapat ditanam secara monokultur (sebidang lahan yang ditanami jahe) dan tumpang sari (selain jahe sebidang lahan ditanami komoditi lain secara bersama sama)

Monokultur

    1. Pengolahan tanah

    Pada pertanaman monokultur, tanah harus dipersiapkan dengan baik sebelum penanaman karena tanah memberikan unsur hara dan mineral yang dibutuhkan selama pertumbuhan tanaman jahe sampai siap panen. Pengolahan disesuaikan dengan luas pekerangan yang akan ditanami

    Perlu diperhatikan bahwa pekarangan yang sebelumnya tidak pernah diolah (dibiarkan tanpa ada tanaman diatasnya) menyebabkan struktur tanah menjadi keras sehingga tidak baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman jahe. Oleh sebab itu, pengolahan tanah yang dilakukan sebelum penanaman bertujuan untuk menciptakan tanah yang  gembur, subur, berhumus, dan berdrainase serta beraerasi baik.

    Pada daerah daerah yang kondisi air  tanahnya jelek dan sekaligus untuk mencegah terjadinya genagngan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan dengan ukuran tinggi 20-30cm, lebar 80-100cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Jika bedengan lebih dari satu, maka antara bedengan yang satu dengan yang lainnya dibuat parit selebar 30-50cm dengan kedalaman parit disesuaikan tinggi bedengan.

    1. Pupuk dasar

    Pentingnya pemberian pupuk dasar sehingga kegiatan ini jangan sampai terlewatkan sebulum penanaman. Pemberian pupuk dasar bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Mengingat jahe digunakan sebagai bumbu masakan dan obat obatan, maka pupuk dasar yang diberikan hendaknya tidak menggunakan pupuk kimia tetapi menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang, pupuk hijau, atau kompos.

    Pemberian pupuk organik dengan mencampurkan pada tanah hingga merata atau dengan cara menaburkannya pada barisan lahan yang akan ditanami. Hal yang selalu harus diingat adalah bahwa pupuk organik yang digunakan harus dalam keadaan matang (siap pakai). Pupuk organik yang belum matang akan mengakibatkan menjadi kekuningan  karena area tanam yang diitaburkan pupuk organik akan panas sebagai akibat dari proses dekomposisi. Oleh sebab itu, pastikan terlebih dahulu bahwa pupuk organik yang digunakan telah matang atau dapat juga dengan memberikan jeda sekitar satu minggu antara penaburan pupuk organik dengan kegiatan tanam. Adapun tanda tanda pupuk organik yang telah matang (siap pakai), yaitu tidak panas, suhu sama dengan tanah disekitarnya, warna agak kehitam-hitaman, dan mudah ditaburkan.

    1. Bibit

    Persyaratan bibit

    Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologis (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit. Oleh karena itu, kriteria yang harus dipenuhi sebagai berikut:

    • Bahan bibit diambil langsung dari kebut (bukan dari pasar)
    • Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan)
    • Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet

    Penyiapan bibit

    Sebelum ditanam, bibit sebaiknya ditunaskan terlebih dahulu agar tunasnya keluar dan pertumbuhan tanaman di lapangan serentak. Caranya dengan menyimpan rimpang di tempat teduh dengan kelembapan cukup selama 2-4 minggu

    Penanaman 

    Saat penanaman jahe bergantung pada ketersediaan air, karena jahe membutuhkan 7-9 bulan basah sebelum masa dorman (istrahat). Mengingat jahe ditanam di lahan pekarangan dalam luasan yang tidak besar maka penanaman dapat dilakukan sepanjang tahun. Kebutuhan air bagi tanaman jahe dapat dengan mudah kita penuhi setiap saat.

    Hasil rimpang per satuan luas tergantung pada pengaturan jarak tanam. Jarak tanam rapat membutuhkan biaya lebih besar daripada jarak tanam yang jarang. Kita dapat mengabaikan faktor biaya dalam jarak tanam rapat karena kita menanam jahe dipekarangan. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 25-50cm dalam barisan dan 45 – 60cm antarbarisan

    1. Pembuatan lubang tanam

    Untuk menghindari jahe yang jelek karena kondisi air tanah yang buruk, maka setelah tanah diolah menjadi bedengan bedengan, selanjutnya membuat lubang tanam berdiameter 10-15 cm sedalam 7,5-10 cm untuk menanam bibit.  Pembuatan lubang tanam dapat dibuat satu per satu atau dengan membuat alur sepanjang bedengan.

    1. Penanaman

    Penanaman dilakukan dengan cara meletakkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah dipersiapkan. Sebelum menutup lubang tanam, pastikan bibit jahe tidak bersentuhan langsung dengan pupuk organik. Pada awal pertumbuhan, jangan lupa melakukan penyiraman. Setelah cukup kuat, penyiraman berangsur-angsur dikurangi intensitasnya.

    1. Pembuatan mulsa

    Pemulsaan penting untuk pertumbuhan awal tanaman jahe. Tunas muda yang baru muncul ke permukaan tanah tidak tahan terhadap terik matahari. Selain itu, pemulsaan dapat memperbaiki kondisi permukaan tanah. Permukaan tanah tidak lekas kering, kelembapan tanah terjaga, fluktuasi suhu tanah terjaga baik (kelembapan dan suhu sangat mempengaruhi pertunasan jahe).

    Bahan mulsa yang digunakan dapat berupa kelobot (pembungkus tongkol) jangung, jerami kering, daun pisang, dan bahan alami yang terdapat disekitar pekarangan yang dapat berfungsi sebagai mulsa. Pemulsaan dilakukan terus menerus sejak jahe ditanam hingga panen. Hal ini dilakukan selain untuk menjaga kelembapan tanah juga untuk mengendalikan gulma.

    1. Penyulaman

    Pengecekan rimpang yang mati hendaknya dilakukan sekitar 2-3 minggu setelah tanam. Jika ditemukan rimpang  yang mati, maka harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain

    1. Pemupukan

    Untuk menjamin panen dengan hasil yang memuaskan, maka pemupukan mutlak diperlukan. Pupuk dasar yang diberikan sebelum tanam tidak akan mencukupi unsur hara yang dibutuhkan jahe.  Demi menjamin kesehatan, hindari penggunaan pupuk kimia dengan cara menggunakan pupuk organik

    Pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos, pupuk hijau, dan pupuk kandang dilakukan lebih sering dibanding kalau kita menggunakan pupuk kimia. Adapun pemberian pupuk kompos ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan bedengan sebagai pupuk dasar sebanyak 6-8 ton /1000 m2 yang ditebar dan dicampur tanah olahan

    Penghematan pupuk kompos dapat dilakukan dengan cara mengisi tiap tiap lubang di awal pertanaman sebanyak 0,5-1 kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2-3 bulan, 4-6 bulan, dan 8-10 bulan. Pemberian pupuk kompos tersebut biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan bersamaan dengan kegaitan pembumbunan. Pengisian pupuk organik pada lubang tanam.

    1. Pembumbunan

    Tujuan pembumbunan adalah untuk menggemburkan tanah disekitar tanaman rimpang karena tanaman tanaman rimpang memerlukan tanah dengan peredaran udara dan air dapat berjalan baik. Selain itu, tujuan pembumbunan adalah untuk menimbun rimpang jahe yang kadang kadang muncul ke atas permukaan tanah.

    Apabila tanaman jahe masih muda, pembumbunan dilakukan dengan cara tanah cukup tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali melakukan pembumbunan sehingga terbentuk sistem pengairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air.

    Pembumbunan pertama dilakukan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yang terdiri dari 3-4 batang semu, umumnya pembumbunan dilakukan  2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun, tergantung juga pada kondisi tanah dan banyaknya hujan.

    1. Penyiangan

    Kegiatan penyiangan dilakukan untuk menghilangkan tanaman penganggu bagi tanaman rimpang. Pada kondisi luasan lahan pekarangan yang tidak begitu luas, penyiangan yang dilakukan tidak akan terlalu menyita waktu. Penyiangan pertama dilakukan setelah tanaman jahe berumur 2-3 minggu. Penyiangan selanjutnya dilakukan setelah tanaman pengganggu dianggap telah cukup banyak. Namun, setelah jaeh berumur 6-7 bulan, sebaiknya tidak perlu dilakukan penyiangan lagi karena pada umur tersebut rimpangnya mulai besar.mulsa yang rutin diberikan pun sangat membantu dalam penanggulangan tanaman pengganggu.

    1. Hama dan Penyakit

    Hama yang dijumpai pada tanaman jahe adalah sebagai berikut

    1. Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang lubang
    2. Ulat penggerek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan mati
    3. Kumbang,

    Penyakit yang umum dijumpai pada tanaman jahe adalah

    1. Penyakit layu bakteri, menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan. Faktor yang berpengaruh adalah suhu udara yang dingin, genangan air, kondisi tanah yang terlalu lembab
    2. Penyakit busuk rimpang dapat masuk kebibit rimpang jahe malalui lukanya. Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-250C dan terus berkembang dan akhirnya menyebabkan rimpang busuk
    3. Penyakit bercak daun dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka ataupun tanpa luka.

     

    1. Pemanenan

    Ciri dan umur panen

    Pemanenan dilakukan bergantung pada penggunaan jahe itu sendiri. Jika kebutuhan untuk bumbu masakan, maka tanaman jahe sudah dapat dipanen pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang dan sisanya dibiarkan sampai tua. Apabila jahe digunakan untuk bahan obat obatan, maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yang sudah tua dapat dipanen antara 10-12 bulan dengan ciri ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering

    Cara panen yang baik adalah tanah dibongkar dengan hati hati menggunakan alat cangkul garpu. Usahakan jangan sampai rimpang terluka. Selanjutnya tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan jika perlu dicuci. Setelah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira kira selama satu minggu

    Tempat penyimpanan harus terbuka dan tidak lembab,

       

       

       

      Kategori: Sayur

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      %d blogger menyukai ini: