Pengertian

Komunikasi interpersonal / antarpribadi adalah interaksi dekat dan tatap muka dengan individu atau sekelompok orang. Komunikasi ini ditandai dengan pertukaran komunikasi verbal, gerakan nonverbal dan mendengarkan. Seorang komunikator interpersonal yang efektif memahami dampak dari unsur-unsur komunikasi ini dan mengaturnya dengan baik.

Karakteristik

Unsur verbal komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan melalui kata-kata. Artikulasi, kejelasan, kecepatan, dan volume adalah ciri-ciri umum komunikasi interpersonal verbal. Artikulasi dan kejelasan mengacu pada kemampuan untuk berbicara dengan jelas sehingga kata-kata dan kalimat mudah diikuti. Bergerak dengan kecepatan tinggi, tetapi masuk akal, dan berbicara dengan volume sedang memungkinkan pendengar untuk memproses apa yang dikatakan.

komunikasi interpersonal

Komunikasi nonverbal termasuk bahasa tubuh, gerakan dan ekspresi wajah. Kualitas komunikasi interpersonal ini memperkuat atau bertentangan dengan apa yang dikatakan. Komunikator interpersonal yang baik menggunakan ekspresi wajah yang positif, kontak mata, postur tubuh yang baik dan gerakan alami untuk menambah titik-titik tertentu dan untuk mempertahankan keterlibatan pendengar.

Kemampuan untuk mendengarkan dengan baik juga merupakan kunci dalam komunikasi antarpribadi. Ciri-ciri mendengarkan termasuk menatap mata seorang pembicara, memberinya perhatian penuh dan memparafrasekan pesan untuk mengonfirmasi pemahaman. Mendengarkan penting dalam komunikasi interpersonal dalam banyak pekerjaan. Tenaga penjualan harus mendengarkan dengan baik untuk merekomendasikan solusi yang tepat untuk seorang prospek.

Unsur komunikasi interpersonal

Agar komunikasi interpersonal dapat terjadi dengan baik, setidaknya memenuhi unsur sebagai berikut:

  • Komunikator

Agar komunikasi dapat terjadi, setidaknya harus ada dua orang yang terlibat. Sangat mudah untuk berpikir tentang komunikasi yang melibatkan pengirim dan penerima pesan. Namun, masalah dengan cara melihat hubungan ini adalah bahwa komunikasi itu menyajikan komunikasi sebagai proses satu arah di mana satu orang mengirim pesan dan yang lain menerimanya. Sementara satu orang berbicara dan yang lain mendengarkan, misalnya.

Sebenarnya komunikasi hampir selalu kompleks, proses dua arah, dengan orang-orang mengirim dan menerima pesan ke dan dari satu sama lain secara bersamaan. Dengan kata lain, komunikasi adalah proses interaktif. Sementara satu orang berbicara, yang lain sedang mendengarkan – tetapi saat mendengarkan mereka juga mengirimkan umpan balik dalam bentuk senyum, anggukan kepala, dll.

  • Pesan

Pesan tidak hanya berupa pidato yang digunakan atau informasi yang disampaikan, tetapi juga pesan non-verbal yang dipertukarkan seperti ekspresi wajah, nada suara, gerak tubuh dan bahasa tubuh. Perilaku non-verbal dapat menyampaikan informasi tambahan tentang pesan yang diucapkan. Secara khusus, dapat mengungkapkan lebih banyak tentang sikap emosional yang dapat mendasari isi pembicaraan.

  • Feedback umpan balik

Feedback/Umpan balik terdiri dari pesan yang dikembalikan oleh penerima, yang memungkinkan pengirim untuk mengetahui seberapa akurat pesan telah diterima, serta reaksi penerima. Penerima juga dapat menanggapi pesan yang tidak disengaja serta pesan yang disengaja. Jenis umpan balik berkisar dari pernyataan verbal langsung, misalnya “Katakan itu lagi, saya tidak mengerti”, hingga ekspresi wajah yang halus atau perubahan postur yang mungkin menunjukkan kepada pengirim bahwa penerima merasa tidak nyaman dengan pesan tersebut. Umpan balik memungkinkan pengirim untuk mengatur, menyesuaikan atau mengulangi pesan untuk meningkatkan komunikasi.

  • Konteks

Semua komunikasi dipengaruhi oleh konteks di mana itu terjadi. Namun, selain melihat konteks situasional di mana interaksi berlangsung, misalnya di ruangan, kantor, atau mungkin di luar ruangan, konteks sosial juga perlu dipertimbangkan, misalnya peran, tanggung jawab, dan status relatif peserta. Iklim emosional dan harapan peserta akan interaksi juga akan mempengaruhi komunikasi.

  • Chanel / Saluran

Saluran mengacu pada sarana fisik yang dengannya pesan ditransfer dari satu orang ke orang lain. Dalam konteks tatap muka, saluran yang digunakan adalah ucapan dan penglihatan, namun selama percakapan telepon saluran tersebut terbatas pada ucapan saja.

Mengapa Komunikasi interpersonal penting

Komunikasi interpersonal penting karena membantu seseorang berkomunikasi dengan baik dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif di tempat kerja. Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal yang baik memungkinkan seseorang untuk terlibat dengan orang lain secara produktif di tingkat yang berbeda.

Pengusaha selalu mencari orang yang mampu berkomunikasi secara efektif dengan kolega, klien, dan pelanggan. Untuk komunikasi interpersonal yang efektif, seseorang harus mempertimbangkan bidang-bidang utama, seperti emosi, kebutuhan, nilai-nilai, kepribadian dan kebiasaan orang lain. Mempertimbangkan keadaan internal seorang individu membantu dalam berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Bersantai dan positif juga membantu komunikasi yang lebih baik. Mendengarkan pendapat orang lain juga merupakan kunci keterampilan interpersonal yang baik.

Tips Menjalin Komunikasi Interpersonal yang baik
  1. Jangan Menunjukkan Bahasa Tubuh Negatif

Seperti kata pepatah, ‘kesan pertama adalah kesan terakhir’, maka Anda harus selalu berhati-hati dalam hal bahasa tubuh.

Dikatakan bahwa komunikasi tipikal terdiri dari lebih dari 50% komunikasi non-verbal, yang mencakup bahasa tubuh. Jadi, jika bahasa tubuh Anda mengirim sinyal negatif ke orang lain, komunikasi mungkin akan terputus dalam prosesnya.

  1. Jangan Mengganggu Orang Lain

Sangat tidak sopan mengganggu seseorang saat mereka berbicara. Tidak ada yang suka diganggu karena menghambat proses berpikir dan tidak sopan.

Jika Anda membuat gangguan dan perlu bagi Anda untuk berbicara pada saat yang tepat, maka Anda perlu membuat gangguan lembut. Tanyakan kepada orang tersebut apakah Anda dapat menginterupsi dan meminta maaf, dan apa pun yang ingin Anda katakan harus membenarkan gangguan Anda.

  1. Pikir  Sebelum Bicara

Pepatah lain yang secara sempurna menggambarkan hal ini adalah ‘lihat sebelum Anda melompat’. Anda harus memikirkan bagaimana kata-kata Anda akan memengaruhi orang yang Anda ajak berkomunikasi sebelum membuat komentar.

Itu berarti Anda harus mencoba untuk terhubung dengan perasaan orang lain untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli dengan percakapan yang terjadi di antara Anda berdua.

  1. Dengarkan dengan baik

Kemampuan untuk mendengarkan apa yang dikatakan seseorang itu sendiri merupakan keterampilan dan Anda harus fokus pada hal itu saat berkomunikasi dengan orang lain.

Jika Anda memiliki keterampilan mendengarkan yang baik, Anda akan dapat memahami kata-kata orang itu dengan lebih jelas dan bereaksi secara positif. Ini juga akan mengirimkan sinyal kepada orang lain bahwa Anda peduli dengan apa yang dia katakan.

  1. Jangan Bertahan atau Menyerang – Jadilah Netral

Beberapa orang cenderung bersikap defensif atau menyerang selama percakapan.

Anda tidak perlu terlalu bersemangat ketika seseorang menunjukkan kesalahan Anda dan menjadi defensif atau menyerang mereka. Bersikap netral dan transparan sehingga Anda dapat memahami apa yang sebenarnya sedang dibahas. Selalu pertahankan keseimbangan dalam percakapan sehingga semua orang yang terlibat dalam diskusi memiliki bagian yang adil di dalamnya.

  1. Jangan Menyimpang

Selalu berusaha untuk tetap berpegang pada topik diskusi untuk menjaga relevansi proses komunikasi.

Tidak perlu membawa sesuatu yang sama sekali tidak terkait dengan diskusi dan membuang waktu orang-orang yang terlibat. Jika Anda menyimpang jauh dari topik, seluruh ide pembicaraan menjadi kurang bermakna.

  1. Yakinlah dengan Ide Anda

Anda harus selalu yakin dengan apa yang Anda ucapkan dan harus memiliki kepemilikan atas kata-kata Anda. Ini akan meningkatkan kepercayaan yang dimiliki orang lain pada Anda dan membuat percakapan mengalir lebih bebas.

  1. Terbuka untuk Menerima Umpan Balik

Terkadang bagus untuk mundur dan menerima umpan balik.

Komunikasi adalah proses dua arah dan harus tetap seperti itu. Anda harus bisa membuka diri terhadap umpan balik dari orang lain dan memberikan umpan balik yang jujur kapan pun Anda merasa perlu.

  1. Gunakan Metode Komunikasi yang Tepat

Komunikasi mungkin tidak selalu selalu verbal dan Anda harus memahami bahwa berbagai jenis situasi meminta metode yang berbeda.

Anda harus tahu jenis metode komunikasi mana yang lebih efektif. Lokasi juga merupakan poin penting untuk diingat; berbagai jenis komunikasi memerlukan lokasi yang berbeda.

  1. Jabat Tangan dengan Kuat!

Kiat terakhir tapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana Anda berjabat tangan saat memperkenalkan diri.

Berikan jabat tangan yang kuat tetapi jangan terlalu kuat hingga membuat lawan komunikasi anda merasa kesakitan. Jabat tangan yang lemah bisa menunjukkan kepercayaan diri yang lebih rendah.

sumber

Kategori: Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: