Labu Siam (Sechium edule)

Labu siam (Sechium edule SW.) di jawa barat dinaman gambas, sedangkan di jawa tengah di sebut waluh jipang. Tanaman ini berumur panjang (lebih dari dua tahun). Hampir setiap orang gemar makan labu siam karena rasanya enak dan dingin. Selain itu, tanaman ini mengandung vitamin A, vitamin B, dan sedikit vitamin C.

Labu siam

labu siam

[collapse]
Jenis labu Siam

Tanaman labu siam bersifat merambat dengan alat yang berbentul filin. Tanaman ini berbatang panjang, lebih kuat dari mentimun dan bersifat tahunan. Batang tanamannya kecil, akan tetapi sangat panjang.  Buahnya berbentuk bola lampu dan beralur-alur sebanyak 5-10 buah. Buahnya lunahk (berdaging) dan banyak mengandung air. Pada permukaan buahnya tumbuh bulu bulu yang tajam dan jarang seperti duri. Biji buahnya  besar dan lunak.

Daun labu siam berlekuk menjari dan dangkal serta berbulu tajam. Daunnya mempunyai aroma sedap sehingga daun mudah enak disayur. Tanaman memmpunyai akar tunggang dengan akar samping yang agak dalam dan kuat.

[collapse]
Budidaya Labu Siam

Labu siam dapat ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Tempat yang berhwa sejak dan lembab (pegunungan) paling disukai oleh tanaman labu siam. Di dararan rendah labu siam sebaiknya di tanam di pinggir pinggir kolam. Tanaman tersebut dirambatkan  pada para para di atas kolam karena tempat tersebut lembab. Adapun syarat yang penting agar tanaman tumbuh subur ialah tanahnya subur, gembur, pH tanah sebaiknya antara 5-6, dan air cukup tersedia. Namun, tanah tidak boleh becek.

Di indonesia tanaman labu siam belum diusahakan secara besar besaran karena harganya murah sehingga dianggap kurang menguntungkan bagi penanam. Daerah yang banyak ditemukan tanaman ini adalah Pacet (Cipanas).

Waktu bertanam labu siam yang baik ialah pada akhir musim hujan. Pada musim kemarau labu siam pun dapat ditanam asalkan di beri air cukup.

  • Cara tanam

Labu siam dikembangbiakkan dengan buahnya yang sudah tua. Buah tersebut disimpan terlebih dahulu ditempat yang agak teduh supaya tunasnya tumbuh. Setelah panjang tunas kira kira 10-20cm (berdaun 2-3 helai), bibit tersebut dipindahkan ke kebun.

Tanah yang akan ditanami dibuat lubang tanam dengan ukuran 50cmx50cm dan dalam 40cm. Jarak antar lubang 3m dan antar baris 5m. Lubang tersebut di isi dengan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang sebanyak 3-5kg. Setelah itu, lubang ditanami satu buah bibit, kemudian ditutup dengan tanah tipis tipis sampai rata. Penimbunan tanah terlalu tebal dapat menyebabkan bibit mudah rusak.

Setelah berumur satu bulan, tanaman diberi pupuk agar berbuah bagus. Pupuk tersebut berupa urea dan TSP dengan dosis masing masing 10kg dan 15kg per tanaman. Pupuk diberikan disekeliling batang sejauh 5cm.

  • Pemeliharaan tanaman.

Tanaman labu siap tidak perlu pemeliharaan yang sulit, cukup dengan mengatur menjalarnya tanaman di atas para para, memangkas tanaman yang telalu gemuk, dan mengurangi daun daun bila terlalu lebat.

Selain itu, tanaman perl dijaga dari serangan hama. Oteng oteng (Epilachna sp) merupakan hama yang biasa menyerang tanaman  labu siam, hama tersebut merusak daun sehingga daun menjadi berlubang. Jika ada hama oteng oteng, tenaman disemprotkan dengan insektisida Decis, 2,5 EC 0,2%.

Tanaman yang tidak berbuah atau buahnya sedikit dapat diremajakan. Caranya dengan memangkas atau memotong tanaman sampai 25c, diatas permukaan tanah.

[collapse]
Manfaat labu Siam

Buah labu siam yang dapat disayur atau dilalap masak. Daun daun yang masih mudah pun dapat di sayur. Buah labu siam yang telah di iris kecil untuk sayur akan terasa kaku. Oleh karena itu, labu siam ditambahkan sedikit garam dan diremas remas dengan tangan agar lemas.

[collapse]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: